Inovasi AI Mahasiswa Doktor Teknik Sipil Unissula Tembus Panggung Dunia di Kongres ICID Prancis

Berita, Kampus14 Views

Kepakaran akademisi Indonesia kembali mendapat pengakuan di kancah internasional. Delegasi Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sukses mencuri perhatian dunia dalam Kongres Internasional Irigasi dan Drainase (ICID) ke-26 yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Parc Chanot, Marseille, Prancis. Melalui pendekatan mutakhir berbasis kecerdasan buatan, Unissula menghadirkan solusi konkret atas tantangan iklim dan pengelolaan air yang kini dihadapi secara global.

Delegasi kebanggaan Unissula ini terdiri atas dua mahasiswa doktor, Ari Sentani dan Yulia Indriani, serta research assistant Rahmatia Sarah Wahyudi. Di hadapan lebih dari 700 peserta yang menghadiri kongres dari sekitar 50 negara termasuk pakar dari Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa tim Unissula memaparkan dua kajian strategis yang berfokus pada wilayah aliran sungai di Indonesia.

Unissula membawa dua inovasi unggulan berbasis teknologi masa depan yang menawarkan lompatan besar dalam manajemen infrastruktur air. Kajian pertama yang dipaparkan oleh Ari Sentani memperkenalkan kerangka pemodelan RIVANA melalui studi kasus DAS Tuntang. Menggabungkan proses fisik sungai dengan machine learning RIVANA hadir sebagai alat analisis presisi tinggi untuk memprediksi erosi, pergerakan sedimen, dan risiko pendangkalan yang kerap memicu banjir, sehingga mendukung pengambilan keputusan pengelolaan sungai secara cepat dan akurat.

Sementara itu, Yulia Indriani mempresentasikan penelitian optimasi pengelolaan tampungan air di Heritage Solo Valley dan DAS Karangnongko. Menggunakan algoritma reinforcement learning, model cerdas ini mampu mensimulasikan dan menentukan waktu paling tepat untuk menyimpan atau melepaskan air, sehingga menjadi alat bantu keputusan yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan irigasi pertanian sekaligus meminimalkan risiko banjir di hilir.

Langkah ini sejalan dengan tema besar kongres, Water and Agricultural Resilience in the Face of Climate Change, yang menyoroti urgensi ketahanan pangan dan air di tengah krisis iklim global.

Keikutsertaan delegasi Unissula di Marseille tidak hanya mempertegas kualitas riset kampus yang relevan dengan persoalan dunia, tetapi juga membuktikan komitmen universitas dalam memperluas jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi riset lintas negara. Melalui kontribusi aktif di forum bergengsi ICID 2026 yang turut dihadiri badan dunia seperti FAO dan World Water Council Unissula sukses membuktikan bahwa riset anak bangsa mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masa depan pengelolaan air global.