Dosen Psikologi Unissula Fasilitasi Dukungan Kelompok Relawan PMI di Manggarai

Berita19 Views

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Yuli Arinta Dewi SP S.Psi. M.Si., turut berkontribusi dalam misi kemanusiaan melalui program Dukungan Kelompok bagi staf dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai. Kegiatan yang dilaksanakan PMI Pusat pada 12–15 Oktober 2026 ini bertujuan mendukung kesejahteraan para pekerja kemanusiaan di tengah penanganan dampak Gempa Flores 2026. Yuli terlibat sebagai fasilitator Dukungan Kelompok PMI bersama Noviyanti dari PMI Jakarta Timur.

Keterlibatan dosen Unissula tersebut menjadi wujud kontribusi akademisi dalam mendukung para pekerja kemanusiaan yang menghadapi berbagai tantangan selama bertugas. Staf dan relawan PMI tidak hanya dituntut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, tetapi juga membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman dan memperoleh dukungan. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Markas dan Koordinator Kesehatan PMI Provinsi pada 12 Oktober 2026. Pada 13 Oktober, dukungan kelompok diberikan kepada relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Desa Para Lando dan Lemarang. Kegiatan dilanjutkan pada 14 Oktober bagi relawan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang bertugas memberikan pelayanan air bersih, sanitasi, dan higiene.

Pada 15 Oktober, layanan dukungan kelompok diberikan kepada staf dan relawan PMI Kabupaten Manggarai yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyampaian laporan singkat kepada Kepala Markas serta koordinasi mengenai rencana keberlanjutan layanan di Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Melalui sesi dukungan kelompok, peserta memperoleh kesempatan untuk berbagi pengalaman selama menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka juga diajak mengenali respons emosional terhadap situasi sulit dan saling belajar mengenai cara menghadapi tekanan. Kegiatan dilengkapi dengan psikoedukasi sederhana tentang pengelolaan stres dan pentingnya dukungan sosial di antara sesama pekerja kemanusiaan.

Dukungan kelompok dilaksanakan dalam suasana aman, sukarela, dan saling menghargai. Peserta tidak diwajibkan menceritakan pengalaman yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap peserta untuk terlibat sesuai kesiapan dan kebutuhan masing-masing.

Program tersebut bertujuan memperkuat kemampuan staf dan relawan dalam menghadapi tantangan selama bertugas sekaligus membangun lingkungan kerja yang saling peduli dan mendukung. Kesejahteraan para pekerja kemanusiaan menjadi perhatian penting karena mereka juga menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas di tengah situasi bencana.

Keterlibatan Yuli Arinta Dewi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kontribusi dosen Unissula dapat diwujudkan melalui penerapan keahlian untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan organisasi kemanusiaan. Melalui program tersebut, PMI Pusat menegaskan bahwa dukungan tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana, tetapi juga oleh mereka yang hadir memberikan pertolongan. Sebab, mereka yang selama ini menolong juga membutuhkan ruang untuk didengarkan dan didukung.