Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali melahirkan doktor baru. Ir Totok Andi Prasetyo ST MT AU HAKI IPU ASEAN Eng resmi menyelesaikan studi doktoralnya. Ia berhasil mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT pada Jumat (6/11/2026).
Dalam ujian terbuka tersebut, Totok mempertahankan disertasi berjudul “Perilaku Histerisis Sambungan Baja dengan Modifikasi T-Stub (Studi Numerik dan Eksperimental)”.
Totok berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dengan masa studi relatif singkat, yakni 2 tahun 7 bulan. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-71 pada Program Doktor Teknik Sipil Unissula.
Dalam disertasinya, Totok mengkaji pengembangan sambungan baja Modified T-Stub sebagai alternatif sambungan struktur baja tahan gempa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan sambungan baja yang memiliki daktilitas tinggi, mekanisme plastifikasi terkontrol, serta kemampuan disipasi energi yang memadai ketika menghadapi beban gempa.
Penelitian tersebut juga berangkat dari keterbatasan sambungan T-Ganda yang selama ini menjadi salah satu acuan sambungan baja prakualifikasi, khususnya terkait batasan dimensi balok. Oleh karena itu, Modified T-Stub dikembangkan sebagai alternatif dengan konfigurasi yang lebih sederhana, lebih mudah dipasang, serta berpotensi meningkatkan efisiensi fabrikasi dan pemasangan di lapangan.
Penelitian dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak ANSYS dan IDEA StatiCa serta pengujian eksperimental di Laboratorium Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung (BBSBG), Bandung. Pengujian menggunakan dua benda uji dengan variasi profil balok WF 450x200x9x14 dan WF 500x200x10x16.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan Modified T-Stub memiliki kinerja yang baik dalam menerima pembebanan siklik. Pengujian eksperimental pada benda uji pertama mampu mencapai rotasi 0,05 radian, sedangkan benda uji kedua mencapai 0,04 radian. Kedua hasil tersebut memenuhi persyaratan kapasitas rotasi sambungan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK).
Selain itu, hasil pemodelan numerik menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan pengujian eksperimental. Hal tersebut ditunjukkan melalui nilai korelasi sebesar 0,979 pada perbandingan kurva respons numerik dan eksperimental. Temuan ini memperkuat validitas model numerik yang dikembangkan untuk memprediksi perilaku sambungan Modified T-Stub.
Dari aspek daktilitas, hasil analisis numerik menunjukkan nilai sebesar 8,4. Sementara itu, berdasarkan parameter kekuatan, kekakuan, kapasitas rotasi, dan disipasi energi, sambungan Modified T-Stub memperlihatkan perilaku histeretik yang stabil selama pembebanan siklik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sambungan Modified T-Stub layak dipertimbangkan sebagai alternatif sambungan momen baja untuk struktur tahan gempa di Indonesia. Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu rekayasa struktur baja, hasil penelitian ini juga memiliki manfaat praktis sebagai alternatif teknologi sambungan yang lebih sederhana dan efisien dalam pelaksanaan konstruksi.
Dalam penyelesaian disertasinya, Totok Andi Prasetyo dibimbing oleh Promotor Prof Dr Ir Antonius MT dan Ko-Promotor Dr Ir H Sumirin MS.
Dengan kelulusan tersebut, Program Doktor Teknik Sipil Unissula kembali menambah doktor baru yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi rekayasa struktur, serta inovasi konstruksi bangunan tahan gempa di Indonesia.


