Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi kader posyandu remaja di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (8/5/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya remaja sebaya.
Acara diawali dengan pemaparan Kesehatan reproduksi remaja oleh Bidan desa sekaligus mitra pengabdian masyarakat, Dwi Agustina Susanti STr Keb Bdn.
Selanjutnya Ketua tim pengabdian Rinawati SS MHum memberikan materi tentang dasar Public Speaking. Yang mencakup teknik komunikasi efektif, cara mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum, serta strategi menyampaikan pesan kesehatan secara menarik dan mudah dipahami.
Rinawati menjelaskan bahwa keterampilan public speaking merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki kader posyandu remaja. “Sebagai ujung tombak edukasi kesehatan, kader posyandu remaja memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya sebaya. Ini merupakan bagian dari Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Karena itu, peningkatan kemampuan public speaking menjadi sangat penting agar pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya sebagai bentuk evaluasi, selain mengerjakan pre dan post test peserta diberikan tantangan untuk mempersiapkan materi dan meyampaian edukasi kesehatan di depan peserta lain dengan mengimplementasikan teori yang telah disampaikan. Dua peserta terbaik dalam praktik tersebut adalah Faza Tsania Anggrek dengan materi Menjaga Kesehatan Reproduksi untuk Gen Z dan Szahra Iyyatujannah Mawar dengan materi Dampak Pergaulan Bebas dan Kesehatan Remaja.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi.
Disamping itu pemenang tantangan edukasi tersebut menyatakan pelatihan menarik dan menambah wawasan. “Saya juga jadi lebih percaya diri karena mendapat kesempatan presentasi kedepan. Selain itu, saya mendapat ilmu baru tentang teknik presentasi seperti cara membuka presentasi dengan bertanya atau meminta audience melakukan sesuatu, menceritakan pengalaman pribadi, memberikan surprising facts termasuk data statistik,” tambahnya.
Dwi Agustina turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Pelatihan ini luar biasa, edukatif, membuka wawasan baru, dan menambah pengalaman bagi para kader remaja dalam public speaking,” ungkapnya.
Ia juga berharap workshop seperti ini dapat diadakan secara rutin. Tidak hanya untuk kader remaja tetapi juga untuk kader kesehatan di desa.












