Perpustakaan Unissula Selenggarakan Pemilihan Duta Baca

Berita29 Views

Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan (LPP) Unissula menutup rangkaian perayaan Milad ke-58 melalui Pemilihan Duta Baca Unissula 2026 pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 Gedung LPP Unissula ini mengusung tema “READ, Discover, Empower: AI Can Inspire, Human Must Inquire”. Tema tersebut menegaskan pentingnya budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, dan peran manusia dalam menyikapi perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pemilihan Duta Baca menjadi puncak rangkaian Milad ke-58 LPP Unissula yang sebelumnya diisi dengan kegiatan Mystery Book Hunt dan Class of Champions. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang menarik, interaktif, dan edukatif. Selain itu, kegiatan ini mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam membangun budaya literasi di lingkungan kampus.

Acara diawali dengan sambutan Kepala LPP Unissula, Erna Sunarti SPd MHum. Dalam sambutannya, Erna menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-58. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan hiburan, interaksi, dan nilai edukatif.

“Alhamdulillah, kami bersyukur rangkaian Milad ke-58 LPP Unissula dapat terlaksana melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya menghibur dan interaktif, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Kami berupaya menghadirkan kegiatan literasi dengan cara yang lebih menarik agar mahasiswa dapat terlibat secara aktif dan merasakan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, melainkan juga proses menemukan pengetahuan, mengembangkan wawasan, dan membangun kemampuan berpikir kritis,” ungkap Erna.

Sambutan berikutnya disampaikan Wakil Rektor I Unissula, Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd. Ia mengapresiasi LPP Unissula yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus. Kepada para finalis Duta Baca, ia berpesan agar semangat menggerakkan literasi tidak bergantung pada hasil kompetisi.

“Kami mengapresiasi LPP Unissula yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Milad dengan berbagai aktivitas yang kreatif dan edukatif. Kepada para finalis Duta Baca, saya berpesan agar kalian tetap membawa dan menyebarkan semangat literasi, apa pun hasil pemilihan hari ini. Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi esensi yang lebih penting adalah bagaimana kalian mampu menjadi teladan, menginspirasi orang lain, dan mengajak lebih banyak mahasiswa untuk mencintai literasi,” tutur Abdul Basir.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koleksi perpustakaan dan budaya literasi, Abdul Basir juga menyumbangkan buku karyanya kepada LPP Unissula. Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue secara simbolis sebagai penanda perayaan Milad ke-58 LPP Unissula.

Memasuki agenda utama, Pemilihan Duta Baca Unissula 2026 diikuti 10 finalis yang terpilih melalui proses seleksi dari ribuan mahasiswa Unissula. Sebelum mencapai babak grand final, peserta melewati seleksi administrasi yang meliputi penilaian Curriculum Vitae (CV) dan video Reels.

Pada babak grand final, para finalis mengikuti tiga tahapan penilaian, yakni sesi tanya jawab acak, tanya jawab bersama dewan juri, dan unjuk bakat. Ketiga tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi finalis untuk menunjukkan wawasan, kemampuan berkomunikasi, dan potensi diri dalam menjalankan peran sebagai Duta Baca Unissula.

Selain pemilihan Duta Baca, acara puncak Milad juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang kegiatan sebelumnya. Penghargaan diberikan kepada pemenang Class of Champions, Mystery Book Hunt, serta kategori Peminjam dan Pemustaka Teraktif. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penganugerahan Juara Duta Baca Unissula 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, LPP Unissula menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya literasi melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Sejalan dengan tema Milad tahun ini, teknologi dapat menjadi sumber inspirasi, tetapi kemampuan manusia untuk bertanya, menelaah, dan berpikir kritis tetap menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang literat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *