Kembangkan Model Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Jalan Tol Berbasis Spasial Temporal, Suprapto Hadi Raih Gelar Doktor di PDTS Unissula

Berita, Kampus98 Views

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Unissula, Suprapto Hadi SPd MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Sabtu (15/8/2026).  Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul pengembangan model penentuan lokasi rawan kecelakaan jalan tol dengan integrasi spasial temporal.

Ia mengembangkan model untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan (LRK) dengan mengintegrasikan aspek spasial dan temporal. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan identifikasi lokasi rawan kecelakaan yang lebih akurat serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan keselamatan jalan tol.

Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Tol Semarang–Solo yang dikelola PT Trans Marga Jateng. Ruas yang menjadi lokasi penelitian berada pada KM 419+200 hingga KM 492+400 dengan total panjang 72,64 kilometer yang terbagi dalam lima segmen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan di Jalan Tol Semarang Solo memiliki karakteristik yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecelakaan lebih banyak terjadi pada malam hari, yakni sebesar 55,3% di Jalur A dan 60,82% di Jalur B. Sementara itu, faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan, mencapai 83% di Jalur A dan 76% di Jalur B.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT,  Suprapto menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya melihat lokasi kejadian, tetapi juga mempertimbangkan waktu terjadinya kecelakaan. Karena itu, model yang dikembangkan menggabungkan metode Equivalent Accident Number (EAN)–Upper Control Limit (UCL) dengan pendekatan spasial menggunakan Geographic Information System (GIS) serta pendekatan temporal melalui pembagian periode siang dan malam.

Kebaruan penelitian terletak pada integrasi ketiga pendekatan tersebut dalam menentukan lokasi rawan kecelakaan. Model tidak hanya mengidentifikasi blackspot berdasarkan akumulasi kecelakaan, tetapi juga mempertimbangkan pola ruang dan waktu sehingga karakteristik kerawanan dapat dipetakan secara lebih spesifik.

Model yang dikembangkan kemudian diimplementasikan menggunakan data kecelakaan periode 2020–2024 pada ruas Tol Semarang–Solo. Hasilnya diwujudkan dalam platform WebGIS titikrawan.web.id yang dilengkapi validasi data, kalkulasi otomatis EAN/UCL, serta pemetaan lokasi rawan berdasarkan periode siang dan malam.

Temuan tersebut memberikan dasar bagi pengelola jalan tol untuk melakukan penanganan keselamatan secara lebih terarah. Identifikasi lokasi rawan berdasarkan karakteristik ruang dan waktu dapat membantu menentukan prioritas intervensi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam rekomendasinya, Suprapto mendorong pengelola jalan tol untuk mengintegrasikan aplikasi titikrawan.web.id ke dalam sistem manajemen operasional harian. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan real-time.

Sementara bagi regulator dan pembuat kebijakan, penelitian ini merekomendasikan agar pendekatan temporal menjadi komponen dalam pedoman penentuan lokasi rawan kecelakaan, sekaligus mendorong penggunaan GIS dalam proses pemetaan LRK.

Dalam ujian terbuka tersebut, Suprapto Hadi didampingi Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA sebagai Promotor dan Dr Ir Kartono Wibowo MM MT IPM sebagai Ko-Promotor.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan jalan tol membutuhkan pendekatan yang semakin presisi. Integrasi data kecelakaan, analisis spasial, dan pola waktu menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan pemetaan lokasi rawan kecelakaan yang lebih informatif dan mendukung upaya pencegahan kecelakaan secara berkelanjutan.

Suprapto Hadi berhasil lulus dalam ujian terbuka tersebut. Ia berhak memperoleh gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 65 dengan IPK 3.81.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *