Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Unissula, Ir Joko Sutrisno ST MT mengadakan ujian terbuka doktor pada Senin (9/2/2026). Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul model bangkitan perjalanan di rest area jalan tol studi kasus: rest area Batang – Surakarta.
Menurutnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang pada tahun 2023 telah melampaui separuh jumlah penduduk nasional berdampak langsung terhadap peningkatan intensitas lalu lintas jalan tol, khususnya di koridor Trans-Jawa sebagai tulang punggung sistem transportasi nasional. Kondisi ini menjadi semakin kritis pada periode arus mudik dan balik Lebaran, terlebih ketika volume kendaraan meningkat hingga sekitar 38% dibandingkan kondisi normal, sehingga memicu kepadatan ekstrem dan penumpukan kendaraan di rest area.
Penumpukan tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menurunkan efisiensi operasional dan kenyamanan pengguna jalan akibat keterbatasan kapasitas parkir, antrean pengisian bahan bakar, dan durasi singgah yang tidak terkendali. Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki standar baku bangkitan perjalanan untuk rest area jalan tol. Regulasi yang berlaku masih mengklasifikasikan rest area sebagai pusat kegiatan berbasis luas lahan, sementara pedoman internasional seperti ITE TGM dan MTGM menggunakan variabel seperti gross floor area (GFA), thousand square feet (TSF), dan jumlah pompa bahan bakar.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis GFA dan TSF sering menghasilkan estimasi berlebih dan kurang merepresentasikan karakteristik lalu lintas di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan model empiris berbasis data primer yang mempertimbangkan faktor musiman dan perilaku pengguna jalan tol.
Tujuan penelitiannya mengembangkan model prediktif bangkitan perjalanan dan durasi singgah pengunjung rest area dengan memanfaatkan data primer dari delapan lokasi aktif di koridor Trans-Jawa. Hasil penelitiannya menunjukkan perbedaan signifikan model bangkitan dan pola distribusi kedatangan kendaraan antara periode puncak dan normal. Periode Lebaran model dipengaruhi oleh ketersediaan SPBU bersubsidi dan kapasitas nozel pompa, sedangkan non-Lebaran dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas standar.
Pola distribusi arus puncak mengikuti log normal sementara pada arus normal lebih stabil mengikuti uniform. Model ini diharapkan menjadi dasar awal penyusunan standar nasional trip generation rest area serta perumusan kebijakan mitigasi kemacetan musiman di jalan tol Trans-Jawa.
Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Ir Alfa Narendra ST MT dan Prof Dr Ir Henny Pratisi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT dan Prof Dr Ir Bambang Haryadi MSc.
Joko Sutrisno berhasil lulus dengan IPK 4,0 dalam masa studi 2 tahun 7 bulan. Tercatat sebagai lulusan ke 54 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.











