Prof Henny, Kepala LPPM Unissula Raih Anugerah Riset Jateng

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unissula, Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT IPU ASEAN Eng, meraih penghargaan Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah (AKRP) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK, pada Kamis (15/10/2026). Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara Gelar Karya Riset Pembangunan Tahun 2026: Menghubungkan Gagasan untuk Kebijakan Berbasis Bukti di Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

Acara tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan AKRP Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah. Kompetisi ini menjadi bentuk apresiasi kepada para peneliti yang menghasilkan karya riset berkontribusi bagi pembangunan daerah. Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti ilmiah.

Pada kompetisi tersebut, Prof Henny mengajukan penelitian berjudul Platform Apung Berbahan Styrofoam untuk Rumah Apung Layak Huni: Solusi Adaptif di Kawasan Terdampak Banjir Rob. Riset ini menawarkan alternatif teknologi untuk mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat pesisir yang kerap terdampak banjir rob. Gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan solusi adaptif bagi kawasan pesisir Jawa Tengah, termasuk Demak dan Pekalongan.

Banjir rob menjadi tantangan bagi masyarakat pesisir karena genangan air laut dapat mengganggu aktivitas dan kelayakan hunian. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah rumah apung, yakni bangunan yang dirancang untuk menyesuaikan posisi terhadap perubahan elevasi muka air. Dalam sistem tersebut, platform apung berfungsi sebagai struktur penopang bangunan sekaligus pengganti pondasi konvensional.

Rumah apung yang telah dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Demak menggunakan platform berbahan drum plastik. Namun, penggunaan material tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, terutama terkait keawetan, kestabilan, dan kenyamanan. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif material yang dapat memberikan performa lebih baik.

Melalui penelitiannya, Prof Henny mengusulkan penggunaan panel styrofoam yang dilapisi beton ringan dengan campuran butiran styrofoam. Desain tersebut dikaji melalui serangkaian perhitungan dan analisis untuk menilai potensi daya apung serta kestabilan struktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform berbahan panel styrofoam berlapis beton ringan berpotensi menjadi alternatif bagi penggunaan drum plastik.

Menurut hasil riset tersebut, material yang diusulkan memiliki potensi daya apung dan kestabilan yang lebih baik, sekaligus menawarkan peluang peningkatan keawetan dan kenyamanan rumah apung. Temuan ini membuka peluang pengembangan prototipe rumah apung dengan material yang lebih sesuai untuk menghadapi kondisi kawasan pesisir. Meski demikian, penerapan lebih luas tetap perlu mempertimbangkan pengujian teknis, keselamatan struktur, ketahanan jangka panjang, dan kesesuaian dengan kondisi lokasi.

Riset Prof Henny diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan hunian adaptif di wilayah yang menghadapi persoalan banjir rob. Model platform apung berbahan styrofoam berlapis beton ringan berpotensi dikaji lebih lanjut untuk diterapkan di sejumlah kawasan pesisir Jawa Tengah. Wilayah seperti Semarang, Pekalongan, Brebes, dan Demak memiliki tantangan pesisir yang relevan untuk pengembangan solusi semacam ini.

Selain menawarkan alternatif teknologi, penelitian tersebut menunjukkan pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Inovasi yang dikembangkan melalui kajian ilmiah diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Dengan demikian, riset dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hunian dan ketahanan masyarakat di kawasan terdampak rob.

AKRP Jawa Tengah 2026 menghimpun 609 karya riset yang didaftarkan oleh para peneliti. Setelah melalui proses seleksi, kompetisi tersebut menghasilkan 10 publikasi terbaik dari peneliti perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta dua sumber daya manusia riset Jawa Tengah yang dinilai produktif dan berdampak di bidang sains dan teknologi maupun sosial humaniora.

Karya-karya terpilih ditindaklanjuti melalui penyusunan policy brief atau ringkasan rekomendasi kebijakan berbasis hasil penelitian. Dokumen tersebut disiapkan untuk memberikan analisis dan rekomendasi secara ringkas kepada pemerintah daerah. Pendekatan ini diharapkan memperkuat pemanfaatan hasil riset dalam perumusan kebijakan pembangunan.

Penguatan riset dan inovasi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mewujudkan visi sebagai provinsi maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui penghargaan ini, karya peneliti diharapkan semakin memperoleh ruang untuk berkontribusi dalam menjawab persoalan pembangunan. Capaian Prof Henny juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *