Lulus dengan IPK 3,81, Yonas Prima Arga Rumbyarso Raih Gelar Doktor ke-68 Teknik Sipil Unissula

Berita64 Views

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali melahirkan doktor melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Teknik Sipil (PDTS). Ir Yonas Prima Arga Rumbyarso ST MM MH MT dinyatakan sebagai lulusan doktor ke-68 PDTS Unissula dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81. Ujian terbuka tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026).

Dalam ujian tersebut, Yonas mempresentasikan disertasi berjudul Pemodelan Respons Mekanis Tanah Lunak pada Sistem Perkerasan Lentur akibat Variasi Kadar Air. Penelitian ini mengkaji pengaruh perubahan kadar air terhadap respons mekanis tanah lunak dan struktur perkerasan jalan, meliputi tegangan, regangan, lendutan, dan deformasi.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas rendah. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan, terutama pada ruas yang dilalui kendaraan berat. Peningkatan kadar air dapat memengaruhi kekuatan tanah dan meningkatkan risiko deformasi pada struktur perkerasan.

Dalam penelitiannya, Yonas mengkaji karakteristik fisik, mekanik, dan mineralogi tanah lunak di wilayah Telukjambe Barat dan Tempuran, Kabupaten Karawang. Penelitian dilanjutkan dengan pengujian model fisik perkerasan lentur skala 1:20 pada variasi kadar air 19 persen, 36 persen, dan 53 persen. Hasil pengujian laboratorium kemudian dibandingkan dengan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar air berpengaruh terhadap respons mekanis perkerasan. Pada kadar air 53 persen dan repetisi beban ke-150, deformasi permukaan aspal mencapai 0,4063 mm. Lendutan juga meningkat dari 0,0749 mm pada kadar air 19 persen menjadi 0,3721 mm pada kadar air 53 persen. Sementara itu, tegangan terukur menurun seiring peningkatan repetisi beban dan kadar air.

Perbandingan hasil eksperimen dengan simulasi PLAXIS 2D menunjukkan bahwa model numerik mampu mengikuti pola umum respons mekanis, meskipun sejumlah nilai masih lebih rendah daripada hasil pengujian laboratorium. Perbedaan terbesar ditemukan pada parameter lendutan. Oleh karena itu, kalibrasi parameter material masih diperlukan agar hasil pemodelan lebih mendekati kondisi eksperimen.

Penelitian ini mengintegrasikan karakteristik mineralogi dan mekanik tanah, pengujian perkerasan berlapis, serta simulasi numerik. Temuannya menegaskan pentingnya mempertimbangkan kadar air dalam evaluasi dan perencanaan perkerasan jalan di atas tanah lunak. Pengendalian infiltrasi air dan penyediaan sistem drainase juga menjadi aspek penting untuk mendukung kinerja struktur jalan.

Dalam penyusunan disertasi tersebut, Yonas dibimbing oleh promotor Prof Ir H Pratikso MSt PhD dan ko-promotor Dr Rifqi Brilyant Arief ST MT. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu teknik sipil, khususnya dalam perencanaan dan evaluasi perkerasan jalan pada kondisi tanah lunak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *