Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar Khutbah Wada Pesantren Mahasiswa Sultan Agung Gelombang I di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Unissula, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya pembinaan pesantren selama dua bulan yang diikuti mahasantri Fakultas Kedokteran. Melalui kegiatan tersebut, Unissula menegaskan komitmennya membentuk mahasiswa yang memiliki pemahaman keislaman, kedisiplinan beribadah, dan akhlak mulia.
Selama mengikuti pembinaan, para mahasantri mendapatkan penguatan ilmu agama, pembiasaan ibadah, serta penanaman nilai birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa agar mampu mengintegrasikan prestasi akademik dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Islam (LKPI) Unissula, Moh Farhan SPdI SHum MPdI CWC, yang juga pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah, menyampaikan bahwa pembinaan Pesantren Mahasiswa Sultan Agung Gelombang I telah berjalan dengan baik. Ia berharap ilmu dan kebiasaan positif yang diperoleh selama di pesantren dapat menjadi bekal bagi para mahasantri dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa maupun anggota masyarakat.
Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifulloh SH MH, yang hadir mewakili Rektor Unissula, menyampaikan apresiasi kepada para mahasantri yang telah menyelesaikan pembinaan selama dua bulan. Ia berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat membentuk tanggung jawab, keteladanan, serta kesungguhan dalam meraih prestasi.
Ia juga mengajak para mahasantri menerapkan Budaya Akademik Islami (BudAI) dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, pencapaian akademik perlu berjalan seiring dengan pembentukan akhlak yang baik dan bakti kepada orang tua.
“Bawalah kebiasaan baik ke ruang kuliah, ke rumah, maupun ke tengah-tengah masyarakat. Raihlah prestasi dengan sungguh-sungguh dan iringilah setiap langkah dengan bakti kepada orang tua, sehingga kita menjadi pribadi yang saleh dan salehah serta bermanfaat bagi sesama,” pesannya.
Dalam mauizah hasanah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi atau Gus Fad, Pengasuh Pondok Pesantren APIK Kendal, Jawa Tengah, sekaligus Ketua RMI PWNU Jawa Tengah dan Ketua Umum ASPENDIF Indonesia periode 2024–2029, mengingatkan bahwa menuntut ilmu agama merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah. Ia menjelaskan bahwa pesantren menjadi tempat untuk menempa diri, memperdalam pemahaman agama, dan membiasakan kehidupan sesuai tuntunan syariat.
Gus Fad juga mengajak para mahasantri untuk senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu dan melakukan setiap kebaikan semata-mata karena Allah SWT. Menurutnya, ilmu yang diperoleh perlu diwujudkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan ibadah yang telah dibangun selama mengikuti pembinaan. Di antaranya melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah dan rutin mengikuti pengajian. Keberhasilan pendidikan pesantren, lanjutnya, tidak hanya ditandai dengan berakhirnya masa pembinaan, tetapi juga terlihat dari kemampuan para mahasantri menjaga kebiasaan baik dan mengamalkan ilmu secara istiqamah.
“Yang terpenting setelah keluar dari pesantren adalah bagaimana menjaga rutinitas dan istiqamah atas apa yang telah kita dapatkan. Kebiasaan itulah yang akan membentuk karakter dan menjadi bekal berharga dalam perjalanan kehidupan,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, dr Osa Endiputra MSc SpGK; Ketua Dewan Asatidz Pesanmasa, Dr H Samsudin SAg MAg; Sekretaris LKPI Unissula, Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM; Kepala Bidang BudAI dan Pesanmasa, Mustain SPdI MPdI; Kepala Bidang Quran Learning Center, Dr Sugeng Hariyadi Lc MA; serta Kepala Bidang Pemakmuran Masjid, Ali Mustofa.
Hadir pula Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula, Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn, serta Kepala LPKA, Ady Fajar Putranto SE MM.
Melalui Khutbah Wada ini, Unissula berharap para mahasantri dapat melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti pembinaan pesantren. Nilai-nilai keislaman, kedisiplinan beribadah, dan birrul walidain diharapkan menjadi bagian dari karakter mahasiswa. Dengan demikian, lulusan Unissula tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.












