Dosen Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dosen Unissula dipercaya menjadi bagian dari pengelola Jurnal Ilmiah Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) Judicia Suprema. Jurnal tersebut menjadi wadah publikasi ilmiah di bidang hukum dan peradilan.
Jurnal Judicia Suprema diluncurkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung. Kehadiran jurnal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi riset dan publikasi ilmiah di lingkungan peradilan. Tradisi tersebut sebelumnya telah berkembang melalui Varia Peradilan sejak 1985.
Ketua Mahkamah Agung Prof Sunarto mengatakan Judicia Suprema tidak sekadar menjadi media publikasi. Jurnal tersebut diharapkan menjadi penghubung antara teori hukum dan praktik peradilan. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperluas akses terhadap pemikiran dan hasil penelitian hukum.
Jurnal Judicia Suprema menggunakan sistem open access. Dengan sistem tersebut, publikasi dapat diakses lebih luas oleh hakim, akademisi, peneliti dan praktisi hukum. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan tradisi keilmuan di lingkungan peradilan.
Dosen Unissula yang dipercaya dalam pengelolaan jurnal tersebut adalah Assoc Prof Dr Ong Argo Victoria KBA AWP CSFT ANT III STr Trans SSy SHum BHS MH MKn MM. Ia mendapat kepercayaan sebagai Co-Managing Editor Jurnal Judicia Suprema. Penunjukan tersebut menjadi amanah untuk ikut menjaga kualitas publikasi ilmiah di bidang hukum dan peradilan.
Ong Argo Victoria mengatakan “Pengelolaan jurnal akan diarahkan pada standar tata kelola publikasi ilmiah yang tinggi. Salah satu program prioritasnya adalah digitalisasi tata kelola penerbitan melalui Open Journal System (OJS). Penguatan editorial board juga akan dilakukan dengan melibatkan akademisi dari berbagai instansi dan kalangan internasional,” ungkap dosen Fakultas Hukum Unissula tersebut, (14/9/2026).
Peningkatan kualitas artikel menjadi perhatian lainnya. Artikel yang diterbitkan akan diarahkan untuk memenuhi standar akreditasi jurnal nasional. Dalam jangka panjang, jurnal tersebut juga ditargetkan mampu menembus indeksasi internasional.
Jurnal Judicia Suprema juga diharapkan menjadi ruang bagi hakim dan aparatur peradilan untuk menuangkan pengalaman empiris dalam bentuk riset. Pengalaman dalam persidangan dapat dikembangkan menjadi kajian akademik yang kritis. Dengan demikian, dinamika hukum di ruang sidang dapat terdokumentasi dan dikaji secara ilmiah.
Ong Argo Victoria berharap Judicia Suprema dapat menjadi salah satu rujukan utama literatur hukum peradilan. Jurnal tersebut diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat nasional. Namun juga mampu menjadi rujukan di tingkat regional dan internasional.
Kepercayaan kepada dosen Unissula ini menambah kiprah akademisi Unissula dalam pengembangan ilmu hukum. Keterlibatan tersebut juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan. Kolaborasi itu penting untuk mendorong perkembangan riset hukum dan pembaruan hukum nasional.











